Kesehatan Lingkungan

Faculty of Public Health, Universitas Hasanuddin

Profil Departemen Kesehatan Lingkungan

A. VISI, MISI DAN TUJUAN
1. Visi :
“Menjadi Jurusan Kesehatan Lingkungan Terbaik di Indonesia”
 Spasi
2. Misi: 
a) Bidang Pendidikan : Menyelenggarakan pendidikan dan pengembangan pengetahuan di bidang Kesehatan Lingkungan yang sejalan dgn perkembangan ilmu dan teknologi (IPTEK)
b) Bidang Penelitian : Melaksanakan penelitian melalui penelitian dosen dan mahasiswa yang dapat mengembangkan secara nyata kesehatan lingkungan, yg mampu melakukan problem solving secara lebih profesional berdasarkan keilmuan yang dimiliki.
c) Bidang Pengembangan Masyarakat : Melaksanakan pengabdian pada masyarakat di bidang kesehatan, yang memfokuskan perhatian pada pendidikan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
 Spasi
3. Tujuan:
a) Menghasilkan SKM yang profesional, mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi upaya pencegahan,
b) Penanggulangan dan pemulihan dampak lingkungan terhadap kesehatan masyarakat.
c) Menghasilkan SKM yang mampu menerapkan bidang kesehatan lingkungan dalam pengembangan program kesehatan secara komprehensif
d) Menghasilkan SKM yang mampu mengaplikasi kan keilmuan yang dimiliki dalam melakukan problem solving masalah kesehatan lingkungan secara profesional.
 Spasi
B. Profil Lulusan dan Lapangan Pekerjaan
1. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO): tenaga ahli kesehatan lingkungan diberi tugas memberikan analisa dan advokasi dan solusi dampak kesehatan akibat berbagai pencemaran lingkungan dari kegiatan industri.
2. Ikatan Pengusaha Pembasmi Hama Indonesia (IPHAMI): tenaga ahli kesehatan lingkungan diberi tugas mengatasi berbagai isu pengendalian vektor dan risiko penggunaan obat anti hama bagi kesehatan manusia.
3. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM): tenaga ahli kesehatan lingkungan diberi tugas mengatasi berbagai isu audit kesehatan lingkungan (lingkungan yang memiliki potensi kesehatan) pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan masyarakat akibat aktivitas pertambangan.
4. Bidang industri perminyakan, pertambangan, otomotif, farmasi, perhotelan, pariwisata, asuransi kesehatan, dan berbagai pabrik: tenaga ahli kesehatan lingkungan bekerja di bidang sanitasi, higiene, dan pengawas pajanan lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan karyawan dan masyarakat umum dan keselamatan lingkungan.
5. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI): tenaga kesehatan lingkungan bertugas mengatasi berbagai permasalahan keamanan dan kontaminasi makanan (pangan).
6. Tenaga Konsultan Mandiri: ahli kesehatan lingkungan memberi pelayanan kepada klien, mulai dari persengketaan lingkungan, bahan berbahaya, audit kesehatan masyarakat (audit kesehatan lingkungan), analisis risiko kesehatan lingkungan, pengukuran lingkungan kerja (industrial higiene), analisa dan advocacy for public safety.
7. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) baik pada level Provinsi maupun Kabupaten dan Kota,: ahli kesehatan lingkungan bertugas melakukan monitoring kualitas udara, air, limbah, dan sampah sebagai dampak negatif pembangunan serta bertugas mengatasi berbagai isu kesehatan lingkungan yang bersifat lokal spesifik dan sangat beragam di berbagai wilayah di Indonesia, serta aktif melakukan advokasi dalam penyusunan tata ruang, kebijakan sehat (kebijakan pro kesehatan atau healthy public policy)
8. Kementerian Kesehatan: ahli kesehatan lingkungan sebagian besar (sekitar 70%) bertugas di Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pusat Ekologi Kesehatan Badan Penelitian Kesehatan dan Pengembangan juga didominasi oleh alumni kesehatan lingkungan. Sebagian yang lain menyebar di berbagai Ditjen lainnya. Di Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, dan Kota, ahli kesehatan lingkungan mayoritas bertugas di bidang pemberantasan penyakit dan penyehatan lingkungan.
9. Laboratorium kesehatan dan lingkungan,: seperti Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Dep Kes, Laboratorium Kesehatan Daerah, maupun laboratorium swasta.
10. Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Laut maupun udara: ahli kesehatan lingkungan bertugas mengawasi dan mengendalikan masuknya penyakit-penyakit maupun vektor penyakit yang terbawa dari luar wilayah Indonesia melalui transportasi laut maupun udara.
11. Lembaga atau pusat penelitian lingkungan dan kesehatan: ahli kesehatan lingkungan berkontribusi dalam mengembangkan dan melakukan berbagai riset kesehatan lingkungan dan epidemiologi.
12. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah: ahli kesehatan lingkungan bertugas dan bertanggung jawab terhadap kualitas: rumah sehat, sumber air, pembuangan sampah, sanitasi lingkungan, udara sehata, dan lingkungan sehat, serta tata ruang yang mempertimbangkan aspek kesehatan – healthy living.
 Spasi
C. Kompetensi Utama
1. Analisis dan diagnosis masalah kesehatan lingkungan
2. Surveillans kondisi kesehatan lingkungan
3. Promotif dan preventif perubahan lingku-ngan dan dampaknya thd kesehatan masy
4. Pengembangan kebijakan & perencanaan bidang kesehatan lingkungan
5. Kepemimpinan
6. Komunikasi efektif
 Spasi
D. Tenaga Pengajar
Ketua Departemen:
     Anwar, SKM, M.Sc, Ph.D
 Spasi
Sekretaris Departemen :
     Ruslan, SKM, MPH
 Spasi
Dosen Pengajar:
     dr. H. Makmur Selomo, MS
     Prof. Dr. Anwar Daud, SKM., M.Kes., EHS
     dr. H. Hasanuddin Ishak, M.Sc., Ph.D
     Erniwati Ibrahim, SKM., M.Kes
     Dr. Hasnawati Amqam, SKM., M.Sc
     Syamsuar Manyullei, SKM., M.Kes., M.Sc.PH
     Dr. Agus Bintara Birawida, S.Kel, M.Kes
     Muh. Fajaruddin Natsir, S.KM, M.Kes

 

FacebookTwitterGoogle+Share
© Fakultas Kesehatan Masyarakat 2016