5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Perkuat Integritas dan Kualitas Layanan: FKM Unhas Gelar Workshop Rencana Aksi Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) terus menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan lingkungan institusi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat tata kelola kelembagaan, FKM Unhas baru-baru ini menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Zona Integritas. Langkah ini merupakan komitmen nyata untuk mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kegiatan yang berlangsung secara intensif ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, staf pengajar (dosen), tenaga kependidikan, serta seluruh anggota Tim Zona Integritas FKM Unhas. Workshop ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah manifestasi dari tekad kolektif untuk melakukan transformasi birokrasi yang lebih modern dan berintegritas.

Optimisme Berbasis Capaian Nyata

Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh tim yang terlibat. Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada Sekretaris Senat FKM Unhas, Prof. Stang, yang tetap meluangkan waktu untuk hadir di tengah persiapan ibadah umrah. Kehadiran para senior dan seluruh elemen fakultas dianggap sebagai modal sosial yang luar biasa bagi kemajuan institusi.

Prof. Sukri menekankan bahwa FKM Unhas memiliki modal kuat untuk meraih sukses tahun ini. Berkaca pada pencapaian Universitas Hasanuddin sebelumnya, di mana dari sembilan unit yang dinilai secara nasional, FKM Unhas bersama Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kehutanan berhasil meraih predikat WBK. Capaian ini menjadi bukti bahwa kekompakan dan kepemimpinan yang kuat adalah kunci utama dalam meraih prestasi institusional yang sulit diraih tersebut.

Strategi Pemenangan: Fokus dan Kerja Tim

Tahun ini, atas arahan Rektor Unhas, seluruh unit di lingkungan universitas didorong untuk bergerak serentak. FKM Unhas pun kembali diproyeksikan sebagai representasi universitas dalam penilaian Zona Integritas di tingkat kementerian, baik di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Kementerian PAN-RB.

Untuk mencapai target tersebut, Prof. Sukri menginstruksikan dua poin krusial yang harus dijalankan:

  1. Kualitas Dokumen Penilaian yang Maksimal: Setiap area penilaian harus diisi dengan data yang akurat dan berkualitas tinggi tanpa kompromi. Filosofi “bertarung untuk menang” diterapkan agar setiap area meraih skor maksimal.
  2. Pendekatan Workshop yang Solutif: Berbeda dengan rapat formal, format workshop dipilih agar setiap tim area—mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik—dapat menyelesaikan pekerjaan teknis secara langsung dan kolaboratif.

Budaya Integritas dalam Praktik Keseharian

Selain pemenuhan dokumen administratif, integritas di FKM Unhas juga diterjemahkan ke dalam budaya kerja sehari-hari. Hal ini mencakup kebersihan lingkungan kampus, optimasi website fakultas sebagai pusat informasi publik, hingga penegakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Prof. Sukri mengajak seluruh sivitas akademika untuk berani saling mengingatkan demi menjaga marwah institusi kesehatan masyarakat.

Menariknya, integritas di FKM Unhas juga diperkuat melalui sisi spiritual dan sosial. Melalui Yayasan Kesmas Sahabat Dhuafa, fakultas membina santri penghafal Al-Qur’an dan aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan. Ekosistem nilai inilah yang diyakini membangun empati dan kepedulian sosial yang mendalam di kalangan warga kampus.

Kaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Upaya FKM Unhas dalam membangun Zona Integritas merupakan kontribusi langsung terhadap pencapaian SDGs Poin ke-16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Melalui penerapan WBK dan WBBM, FKM Unhas berupaya menciptakan institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di semua tingkatan.

Selain itu, transparansi birokrasi juga mendukung SDGs Poin ke-4: Pendidikan Berkualitas, karena tata kelola yang bersih memastikan sumber daya pendidikan dikelola secara tepat sasaran untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa dan peneliti. Dengan birokrasi yang melayani, FKM Unhas juga secara tidak langsung mendukung SDGs Poin ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penyediaan layanan pendidikan kesehatan masyarakat yang prima bagi publik.

Menuju Masa Depan: Bersih dan Melayani

Dengan semangat kolektif, workshop ini menjadi langkah awal yang solid. FKM Unhas percaya bahwa melalui kerja tim yang terfokus dan kepemimpinan yang konsisten, predikat WBK dapat dipertahankan dan target WBBM dapat segera diraih.

“FKM Unhas Bersih, FKM Unhas Sehat!” menjadi slogan yang menggema di akhir acara, menandai komitmen bulat seluruh sivitas akademika untuk menghadirkan layanan publik yang transparan dan bebas korupsi.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia