Faculty of Public Health, Universitas Hasanuddin

Tim Unhas Gelar Pengabdian pada Peternak dan Pemburu Lebah Madu di Desa Buakkang Gowa

Tim kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PKM) Universitas Hasanuddin melakukan serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.

Agenda ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2018 untuk melakukan edukasi dan pendampingan ternak lebah madu. Tim diketuai oleh Prof. Dr. drg. Andi Zulkifli, M.Kes bersama Prof.dr.Veni Hadju, M.Sc.,Ph.D, Dr. Nurhaedar Jafar Apt.,M.Kes., Dr. Ir. Sadapotto, MP., Dr. Indah Raya., M.Si., dan Dr. Andi Nilawati Usman., SKM., M.Kes. Kegiatan pengabdian diawali dengan kunjungan ke Pesantren Wadizzuhur untuk meninjau kemajuan produksi ternak lebah madu pada hari Rabu (19/9/2018).

Kegiatan Edukasi dan pendampingan pada peternak dan pemburu lebah madu guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan lebah madu dari risiko kontaminasi. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 30 orang peserta yang merupakan santri dan pengelola Pesantren Wadizzuhur serta warga yang merupakan pemburu lebah madu hutan. Materi yang diberikan meliputi faktor risiko di kalangan pemburu lebah madu, penjagaan kualitas madu, bahaya & pencegahan kontaminasi, sterilisasi sederhana pasca panen, pengembangan dan praktek ternak serta panen lebah madu.

Ust. Mujawwid L.C selaku pimpinan pondok pesantren mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh tim Unhas sangat membantu dalam merintis pesantren Wadizzuhur menjadi pesantren wisata lebah madu di desa Buakkang. Selain itu kegiatan ini meningkatkan keterampilan warga terkait kualitas produksi madu.

Tim Unhas juga membekali pengetahuan tentang personal hygiene. “Sebagaimana diketahui bahwa masih banyak warga di Desa Buakkang yang sehari-harinya bekerja sebagai pemburu lebah madu hutan liar. Mereka belum memahami pentingnya personal hygiene termasuk pada saat pengambilan dan pengelolaan madu,” tutur Prof. Veni Hadju.

Jenis lebah yang diternakkan di Pesantren Wadizzuhur adalah lebah trigona sp. karena cocok dengan kondisi alam di Desa Buakkang. Selain itu produksi madunya sangat cepat, kandungan propolis yang tinggi pada madu lebah trigona sp. Madu ini sangat bermanfaat bagi kesehatan khususnya bagi penderita Diabetes Mellitus. “Program pengabdian ini terus berkelanjutan dan rencananya akan melakukan kerjasama dalam produksi madu antara Pesantren Wadizzuhur dan Unhas”, tutup Dr. Andi Nilawati Usman, SKM.,M.Kes.

Share
© Fakultas Kesehatan Masyarakat 2016