KUALA LUMPUR – Program Studi Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berwawasan global. Sebanyak 19 mahasiswa magister didampingi oleh jajaran dosen pakar melakukan kunjungan benchmarking internasional ke The Kuala Lumpur AIDS Support Services Society (KLASS) di Malaysia pada akhir Maret 2026 lalu.
Langkah strategis ini bukan sekadar perjalanan akademik biasa, melainkan upaya konkret untuk menjembatani jurang antara teori administrasi kesehatan di ruang kuliah dengan realitas penanganan isu kesehatan kompleks di lapangan global.
Menembus Batas Ruang Kelas demi Pengalaman Global

Delegasi FKM Unhas didampingi oleh tiga akademisi senior, yakni Prof. Dr. Amran Razak, M.Sc., Dr. Yusran Amir, SKM., M.PH., dan Ryryn Suryaman Prana Putra, SKM., M.Kes. Kehadiran para pakar ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi internasional dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang efektif.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dr. Jufri Hidayat, dosen dari University of Malaya, yang memfasilitasi akses mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan lembaga komunitas terkemuka di Malaysia. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan data sekunder, tetapi juga merasakan dinamika advokasi kesehatan di tingkat internasional.
Mengenal KLASS: Pionir Penanggulangan HIV Berbasis Komunitas
Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari model operasional KLASS, sebuah organisasi masyarakat sipil yang telah berdiri sejak tahun 2001. KLASS dikenal luas di Asia Tenggara karena keberhasilannya dalam mengisi celah-celah layanan kesehatan yang sering kali tidak terjangkau oleh sistem formal pemerintah.
Presiden KLASS, Mr. Andrew Tan Tze Tho, dalam sesi pemaparannya menjelaskan bahwa kunci keberhasilan penanganan HIV/AIDS terletak pada empat pilar utama: pencegahan (prevention), pengobatan (treatment), edukasi, dan pendampingan psikososial. Mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana KLASS memberikan dukungan bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan pendekatan yang memanusiakan dan inklusif.
“Model yang diterapkan di sini mengutamakan pendekatan berbasis hak asasi manusia. Kami tidak hanya mengobati virusnya, tetapi juga melindungi martabat individunya,” ujar Andrew di hadapan para mahasiswa.
Integrasi Ilmu Biomedis dan Kebijakan Publik
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah diskusi mengenai mekanisme biologis virus HIV yang menyerang sel CD4, yang kemudian dikaitkan dengan kebijakan pengadaan obat antiretroviral (ARV). Mahasiswa Magister AKK diajak berpikir kritis tentang bagaimana aspek klinis harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan publik yang responsif.
Diskusi interaktif yang berlangsung hangat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengupas tantangan sosial seperti stigma dan diskriminasi yang masih menjadi hambatan besar dalam penanggulangan HIV/AIDS, baik di Malaysia maupun di Indonesia. Pemahaman ini sangat penting bagi calon administrator kesehatan agar mampu merancang program yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga peka terhadap konteks sosial budaya masyarakat.
Relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Kunjungan internasional ini memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan global atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, kegiatan ini mendukung SDG Target 3.3, yang menargetkan pengakhiran epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan penyakit tropis terabaikan pada tahun 2030.
Selain itu, melalui kolaborasi dengan KLASS dan University of Malaya, FKM Unhas secara aktif berkontribusi pada SDG Target 17, yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertukaran pengetahuan lintas negara ini membuktikan bahwa tantangan kesehatan global tidak bisa diselesaikan oleh satu negara sendirian. Diperlukan kerja sama internasional, transfer teknologi, dan berbagi praktik terbaik (best practices) untuk menciptakan sistem kesehatan dunia yang lebih tangguh.
Upaya ini juga mencerminkan komitmen Unhas dalam mendukung SDG Target 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, dengan memberikan pengalaman belajar di luar kampus yang transformatif bagi mahasiswa, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja di level internasional.
Penguatan IKU dan Internasionalisasi Unhas
Dari perspektif institusional, kegiatan benchmarking ini berdampak langsung pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Hasanuddin, khususnya dalam hal peningkatan pengalaman mahasiswa di luar kampus dan penguatan jejaring internasional.
Internasionalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan bagi FKM Unhas untuk tetap relevan. Dengan mengirimkan mahasiswa ke lembaga seperti KLASS, FKM Unhas memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan sejalan dengan perkembangan terkini di dunia internasional. Hal ini juga memperkuat posisi Unhas sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia yang aktif mendorong inovasi di bidang kesehatan masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan Kesehatan Indonesia
Setelah kembali dari Kuala Lumpur, para mahasiswa diharapkan mampu membawa perspektif baru ke dalam sistem kesehatan di tanah air. Model pemberdayaan komunitas yang dijalankan oleh KLASS dapat menjadi referensi bagi Indonesia untuk memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program-program pemerintah.
Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa kebijakan kesehatan yang berdampak luas haruslah kebijakan yang dibangun dengan data yang kuat, empati yang tinggi, dan kolaborasi yang inklusif. Mahasiswa Magister AKK FKM Unhas kini memiliki bekal yang lebih dari sekadar teori; mereka memiliki visi global untuk membangun Indonesia yang lebih sehat.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata, menandai dimulainya babak baru kolaborasi antara FKM Unhas dan komunitas kesehatan di Malaysia. Semangat “Dari Kelas ke Lapangan Global” diharapkan terus menginspirasi angkatan-angkatan berikutnya untuk terus mengeksplorasi ilmu hingga ke mancanegara.