5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Mengukir Jejak Global: Kontingen FKM Unhas Dominasi Plenary Session di 11th AHLA Conference Taiwan

11th Asian Health Literacy Association

Taichung, Taiwan– Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi akademik terdepan di Indonesia dalam isu-isu kesehatan global, khususnya di bidang literasi kesehatan. FKM Unhas mengirimkan kontingen besar untuk berpartisipasi aktif dalam 11th Asian Health Literacy Association (AHLA) Conference 2025 yang berlangsung di Chung Shan Medical University Hospital di kota Taichung, Taiwan. Konferensi ini diselenggarakan sejak tanggal 24 hingga 25 November 2025.

Forum ilmiah bergengsi ini menjadi titik pertemuan penting bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara di Asia, dan bahkan menarik partisipasi dari Eropa. Kehadiran Universitas Hasanuddin, yang diwakili oleh FKM, menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam memperluas jejaring internasional dan menyebarluaskan hasil-hasil riset unggulan yang relevan dengan tantangan kesehatan masa kini.

Kontingen dan Kekuatan Akademik FKM Unhas

Kontingen FKM Unhas yang bertolak ke Taichung membawa kekuatan akademik yang solid, terdiri dari 3 orang dosen senior dan 10 orang mahasiswa pascasarjana. Komposisi delegasi ini menunjukkan komitmen fakultas dalam melibatkan mahasiswa dalam diseminasi riset tingkat internasional.

Secara spesifik, delegasi FKM Unhas terdiri dari:

  • Tiga orang dosen senior sebagai peneliti dan pemateri utama.
  • Sembilan orang mahasiswa S2 dari konsentrasi Promosi Kesehatan Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat.
  • Satu orang mahasiswa Prodi S3 Kesehatan Masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa S2 dan S3 dari konsentrasi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku menunjukkan fokus strategis FKM Unhas pada pengembangan ilmu perilaku kesehatan, yang merupakan kunci dalam meningkatkan literasi dan mengubah perilaku masyarakat secara fundamental.

Riset Unggulan yang Mendominasi Plenary Session

Partisipasi FKM Unhas dalam AHLA Conference kali ini sangat menonjol, dengan empat artikel ilmiah yang diterima untuk dipresentasikan. Yang lebih membanggakan, tiga artikel di antaranya mendapat kehormatan untuk dipresentasikan dalam plenary session, sesi utama yang dihadiri oleh seluruh peserta konferensi dan dianggap sebagai sesi paling prestisius. Sementara satu artikel lainnya dipresentasikan melalui sesi poster.

Karya-karya ilmiah yang dipresentasikan menyoroti isu-isu kesehatan yang sangat krusial dan memiliki dampak signifikan di tingkat nasional maupun global:

  1. Prof. Suriah, SKM, M.Kes, mempresentasikan risetnya yang berjudul “Health Literacy to Stimulate the Intention of Prospective Brides in Stunting Prevention”. Penelitian ini sangat relevan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam menanggulangi masalah stunting. Prof. Suriah menganalisis bagaimana tingkat literasi kesehatan calon pengantin wanita dapat memengaruhi niat mereka dalam mengadopsi praktik pencegahan stunting di masa depan. Temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi perumusan kebijakan pra-nikah berbasis edukasi.
  2. Dr. Shanti Riskiyani, SKM, M.Kes, berbagi hasil risetnya yang penting dengan judul “HIV Literacy and Social Support among High-risk Group in Makassar”. Riset ini menyoroti bagaimana pemahaman (literasi) tentang HIV dan peran dukungan sosial dapat memengaruhi perilaku pencegahan dan penanganan di kalangan kelompok berisiko tinggi di Makassar. Penelitian ini menawarkan rekomendasi intervensi promosi kesehatan yang lebih efektif dan sensitif budaya.
  3. Nurhaya Nurdin, salah seorang mahasiswa S3 dari Prodi Kesehatan Masyarakat, turut berkontribusi dalam sesi utama dengan presentasi hasil literature review komprehensif berjudul “A Scoping Review of Health Literacy Intervention for Informal Dementia Caregivers in Low and Middle Income Countries”. Tinjauan literatur ini sangat penting untuk mengisi kesenjangan pengetahuan tentang bagaimana intervensi literasi kesehatan dapat diterapkan untuk mendukung para perawat demensia informal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang seringkali terabaikan.

Keberhasilan tiga karya FKM Unhas menembus sesi plenary adalah pengakuan internasional atas kualitas riset dan relevansi topik yang diangkat oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas.

Memperkuat Jejaring dan Kualitas Pendidikan Pascasarjana

Keikutsertaan mahasiswa S2 dan S3 dalam konferensi ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kualitas pendidikan pascasarjana di FKM Unhas. Mahasiswa tidak hanya mendapat kesempatan untuk menyaksikan presentasi dari pakar global, tetapi juga terlibat langsung dalam suasana akademik internasional.

Partisipasi ini mencerminkan komitmen FKM Unhas terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) Unhas, khususnya dalam hal internasionalisasi dan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan global. Mahasiswa didorong untuk berinteraksi dengan peserta dari universitas-universitas terkemuka, menjalin networking, dan membandingkan metodologi riset mereka dengan standar internasional. Pengalaman ini secara signifikan akan memperkaya tesis dan disertasi mereka, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi peneliti dan akademisi kesehatan masyarakat yang unggul dan berwawasan global.

Kolaborasi Lintas Negara dan Kontribusi Kebijakan

Di sela-sela sesi presentasi di Chung Shan Medical University Hospital, para dosen dan mahasiswa FKM Unhas menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan dari berbagai organisasi anggota AHLA. Pertemuan ini berpotensi membuka jalan bagi:

  • Joint Research: Kolaborasi penelitian bersama, khususnya dalam isu stunting dan penyakit menular, yang merupakan tantangan bersama di Asia.
  • Student and Faculty Exchange: Program pertukaran dosen dan mahasiswa dengan universitas di Taiwan, Korea, dan Jepang untuk transfer pengetahuan.
  • Pengembangan Kurikulum: Mengintegrasikan tren literasi kesehatan global terbaru ke dalam kurikulum Promosi Kesehatan FKM Unhas.

Riset yang dipresentasikan, terutama mengenai stunting dan HIV, tidak hanya memiliki nilai akademik tetapi juga memiliki potensi besar untuk memengaruhi kebijakan publik. Misalnya, temuan Prof. Suriah tentang literasi calon pengantin dapat menjadi dasar bagi Dinas Kesehatan setempat untuk merevisi dan memperkuat modul edukasi pra-nikah di Sulawesi Selatan.

Literasi Kesehatan dan Keterkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Partisipasi FKM Unhas dalam AHLA Conference secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan pendidikan.

  • SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik): Seluruh riset yang dipresentasikan—mulai dari pencegahan stunting (target 3.2), penanggulangan HIV (target 3.3), hingga dukungan bagi perawat demensia—berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan bagi semua usia. Literasi kesehatan adalah fondasi fundamental untuk mencapai universal health coverage dan memastikan masyarakat dapat membuat keputusan kesehatan yang tepat.
  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Keterlibatan mahasiswa S2 dan S3 dalam konferensi internasional adalah wujud nyata dari upaya FKM Unhas dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berorientasi global (target 4.7).
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Konferensi AHLA adalah wadah kemitraan global. Melalui diseminasi riset dan inisiasi kolaborasi dengan universitas anggota AHLA, FKM Unhas memperkuat kemitraan internasional yang diperlukan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi guna mengatasi tantangan kesehatan global.

Kontribusi FKM Unhas ini membuktikan bahwa riset di bidang Promosi Kesehatan memiliki peran sentral sebagai intervensi non-medis yang paling efektif untuk memecahkan masalah kesehatan kompleks, sejalan dengan visi Unhas sebagai World-Class University yang berdampak.

Penutup: Semangat Diseminasi Ilmu Pengetahuan

Keikutsertaan FKM Unhas dalam 11th Asian Health Literacy Association Conference di Taichung, Taiwan, bukan sekadar daftar kehadiran, tetapi merupakan penegasan atas kualitas dan relevansi riset FKM di panggung global. Kesempatan untuk mempresentasikan tiga artikel di sesi plenary dan satu poster adalah prestasi yang membanggakan, memperkuat reputasi Prodi Kesehatan Masyarakat FKM Unhas di Asia-Pasifik. Dengan semangat diseminasi ilmu pengetahuan ini, FKM Unhas optimis akan terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, teredukasi, dan berliterasi tinggi di Indonesia dan dunia.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia