Makassar – Perayaan Dies Natalis ke-43 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) dirayakan dengan peluncuran sebuah mahakarya inovasi yang monumental. Pada hari Minggu, 15 November 2025, sebuah tanggal yang penuh makna dalam rangkaian perayaan Dies Natalis, Rektor Universitas Hasanuddin, didampingi jajaran pimpinan fakultas, meresmikan peluncuran ‘HYDROIN’ yang merupakan akronim dari Hasanuddin Rain Water Innovation. Inovasi ini adalah sistem pengelolaan air hujan terpadu yang dikembangkan oleh FKM Unhas untuk menghasilkan dua produk vital: air minum berkualitas tinggi dengan pH 8 dan cairan desinfektan alami yang aman.
Peresmian yang dilakukan di kompleks FKM Unhas ini diselenggarakan sebagai salah satu agenda utama Dies Natalis FKM Unhas ke-43. Kehadiran Rektor Unhas dan pimpinan fakultas—termasuk Dekan, Wakil Dekan, dan dosen-dosen—menegaskan bahwa inovasi yang berorientasi lingkungan ini merupakan kado intelektual terbaik FKM Unhas bagi almamater. Acara ini bukan hanya seremoni, tetapi simbolisasi keberhasilan FKM dalam mengintegrasikan riset ilmiah dengan aplikasi praktis yang berorientasi pada keberlanjutan kampus hijau.
Peresmian Simbolis: Komitmen Rektorat untuk GreenMetric dan Kesehatan
Kegiatan peresmian dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Hasanuddin. Dalam suasana khidmat yang disaksikan oleh seluruh sivitas akademika yang hadir, Rektor secara simbolis menggunting pita untuk menandai dimulainya operasional HYDROIN. Aksi simbolis ini menegaskan dukungan penuh institusi terhadap inovasi yang dihasilkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor Unhas menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi, menyoroti urgensi inovasi ini di tengah krisis iklim global. Beliau secara eksplisit menyatakan bahwa HYDROIN adalah kontribusi nyata FKM Unhas yang mampu meningkatkan poin UI GreenMetric Unhas. UI GreenMetric adalah pemeringkatan penting yang menilai komitmen universitas terhadap keberlanjutan.
“Inovasi seperti HYDROIN (Hasanuddin Rain Water Innovation), yang memanfaatkan air hujan secara cerdas dan efisien, adalah bukti konkret Unhas serius dalam menjalankan komitmen kampus hijau. Di usianya yang ke-43, FKM Unhas telah memberikan kontribusi signifikan yang langsung diakui pada indikator Water Management dan Innovation GreenMetric. Ini menunjukkan bahwa riset kesehatan masyarakat kami tidak hanya fokus pada kuratif, tetapi juga pada pencegahan dan konservasi lingkungan. HYDROIN adalah jawaban FKM untuk tantangan kesehatan dan lingkungan, menjadikan riset kami relevan secara global dan lokal,” ujar Rektor, menegaskan pentingnya hilirisasi riset.

Mekanisme HYDROIN: Filtrasi Berlapis dan Pemanfaatan Elektrolisis Cerdas
Inti dari HYDROIN Innovation terletak pada mekanisme pengolahan air hujan yang canggih, namun aplikatif. Solusi ini menjawab tantangan ketersediaan air bersih dan sanitasi dengan memanfaatkan air hujan, sebuah sumber daya yang sering diabaikan dan bahkan dianggap sebagai pemicu banjir.
1. Tiga Tahap Filtrasi Pra-Pengolahan (Penjamin Kualitas Awal): Proses dimulai dengan penampungan air hujan yang kemudian melewati tiga lapisan filtrasi yang didesain secara spesifik. Filtrasi ini meliputi filter kasar untuk menghilangkan partikel besar, filter karbon aktif untuk menyerap kontaminan organik dan bau, serta filter mikro untuk menghilangkan partikel halus. Tahap ini sangat krusial untuk memastikan air yang masuk ke unit inti sudah bersih secara fisik dan memiliki kualitas dasar yang baik.
2. Pengolahan dengan Metode Elektrolisis Modern (Pemecah Molekul Fungsional): Air yang telah difiltrasi kemudian dialirkan ke unit elektrolisis. Proses ini menggunakan prinsip elektrokimia, di mana arus listrik digunakan untuk memecah dan mengionisasi molekul air dan mineral terlarut. Proses elektrolisis ini menghasilkan pemisahan air menjadi dua aliran dengan sifat kimia yang berbeda:
- Air Minum Basa (pH 8): Mayoritas air yang dihasilkan dari katoda memiliki tingkat keasaman basa, sekitar pH 8. Air ini dipercaya memiliki manfaat kesehatan dan sangat ideal sebagai opsi air minum yang lebih sehat dan alami, mengurangi keasaman tubuh yang sering dipicu oleh gaya hidup modern. Air ini dapat digunakan untuk kebutuhan minum harian sivitas akademika.
- Air Asam (Desinfektan Alami): Air yang dihasilkan dari anoda memiliki pH rendah (asam). Air asam ini secara ilmiah dikenal memiliki sifat desinfektan kuat karena mengandung asam hipoklorus (hypochlorous acid) dalam konsentrasi rendah. Cairan ini akan digunakan untuk sterilisasi rutin peralatan laboratorium, pembersihan fasilitas umum, dan sanitasi lingkungan kampus. Penggunaan desinfektan alami ini menggantikan bahan kimia komersial yang seringkali korosif dan kurang ramah lingkungan, mendukung komitmen kampus hijau Unhas.
Inovasi HYDROIN, yang merupakan hasil kolaborasi multidisiplin di FKM, menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal dengan prinsip ekonomi sirkular, di mana satu sumber menghasilkan dua produk vital, sekaligus meminimalkan limbah.
Pemanfaatan desinfektan alami dari Hydroin memiliki dampak positif yang signifikan terhadap keselamatan dan kesehatan di kampus. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia beracun, FKM Unhas berkontribusi pada lingkungan yang lebih aman dan sehat. Hal ini sejalan dengan misi FKM sebagai penjaga kesehatan publik. Keberhasilan HYDROIN menjadi benchmark bagi universitas lain di Indonesia.
HYDROIN dan Kontribusi FKM Unhas pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Inovasi HYDROIN (Hasanuddin Rain Water Innovation) yang diresmikan pada Minggu, 15 November 2025, merupakan kontribusi ilmiah FKM Unhas terhadap agenda global. Inovasi ini secara fundamental mengimplementasikan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) utama:

- SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Inovasi ini secara langsung mengatasi SDG 6. Hydroin menghasilkan air minum yang aman (pH 8) dan desinfektan yang efektif untuk sanitasi, menjamin akses air yang aman dan terjangkau serta mendukung higienitas yang esensial. Dengan memanfaatkan air hujan, tekanan pada sumber air tanah berkurang, menjaga keberlanjutan sumber daya air.
- SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): HYDROIN mendukung penciptaan kota dan komunitas yang tangguh (target 11.B) dengan mengelola air hujan secara cerdas. Inovasi ini mengurangi limpasan air (run-off), membantu mitigasi banjir lokal, dan merupakan elemen kunci dari pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di lingkungan kampus dan sekitarnya.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Pemanfaatan air hujan adalah strategi adaptasi esensial terhadap perubahan iklim, terutama karena pola hujan menjadi tidak terduga. HYDROIN memberikan buffer ketersediaan air dan meningkatkan resilience kampus terhadap krisis air, mencerminkan tanggung jawab FKM Unhas dalam Aksi Iklim.
Melalui HYDROIN, FKM Unhas memastikan bahwa riset yang dihasilkan tidak hanya bernilai akademik tetapi juga merupakan solusi teknologi yang dapat diukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif langsung pada kesehatan dan lingkungan hidup masyarakat.