Makassar– Universitas Hasanuddin (Unhas) telah mengukir sejarah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38. Acara bergengsi tingkat nasional ini, yang menjadi puncak apresiasi dan kompetisi bagi karya ilmiah mahasiswa terbaik se-Indonesia, dibuka secara resmi melalui upacara pembukaan yang berlangsung meriah pada Senin, 24 November, bertempat di Baruga A.P. Pettarani yang legendaris. Sejak pagi pukul 07.30 WITA, Baruga telah dipenuhi oleh aura semangat dan optimisme dari delegasi mahasiswa terbaik yang mewakili seluruh perguruan tinggi di penjuru Nusantara.
Upacara pembukaan berlangsung sangat semarak, memadukan kekhidmatan akademik dengan kekayaan budaya Indonesia. Suasana semakin hidup dengan berbagai tampilan seni dan budaya Nusantara yang memukau, termasuk peragaan busana adat dari berbagai daerah. Peragaan busana ini bukan sekadar hiburan, tetapi refleksi mendalam dari semangat kebhinekaan serta persatuan dalam dunia akademik, menegaskan bahwa inovasi lahir dari kolaborasi keberagaman.
Hari Pertama yang Penuh Dedikasi Ilmiah
Hari pertama PIMNAS ke-38 diawali dengan tahapan teknis krusial. Sejak pagi, proses registrasi peserta berlangsung lancar, dilanjutkan dengan sesi pemasangan poster ilmiah serta instalasi file presentasi (PPT) di lokasi kompetisi. Tahapan ini sangat penting untuk menjamin kesiapan seluruh tim dalam menghadapi sesi penilaian yang intensif.
Pada hari yang sama, dilaksanakan pula sesi penilaian poster ilmiah yang menampilkan ratusan karya inovatif mahasiswa dari beragam bidang keilmuan. Poster-poster tersebut menjadi etalase bagi ide-ide brilian mahasiswa yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta komitmen untuk memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan bangsa melalui pendekatan ilmiah dan teknologi. Mulai dari solusi lingkungan, kesehatan, sosial, hingga rekayasa teknologi maju, semua beradu gagasan di Unhas.
Inspirasi dan Motivasi: Kuliah Umum dan Talkshow Mental Juara
Selain sesi kompetisi yang menguras energi dan pikiran, PIMNAS ke-38 juga dirangkaikan dengan kegiatan non-kompetisi yang bertujuan memperkaya wawasan dan memotivasi peserta. Kegiatan ini meliputi Kuliah Umum dan Talkshow Inspiratif.
Kuliah umum menghadirkan Miklos Sunario (Co-Founder dan CEO Futurity) sebagai pemuda inspiratif yang sukses membawa inovasi ke level global. Miklos berbagi pengalaman berharganya dalam membangun startup berbasis teknologi dan wawasan tentang bagaimana mahasiswa dapat mentransformasi ide riset menjadi produk atau layanan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial tinggi.
Tak kalah menarik, peserta juga mengikuti Talkshow Inspiratif dengan tema “Rahasia Membangun Mental Juara untuk Generasi Z”. Sesi ini menjadi ruang diskusi dan motivasi yang berharga bagi mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mengembangkan diri secara profesional dan personal. Narasumber membagikan kiat-kiat dalam menghadapi kegagalan, pentingnya ketahanan mental (resilience), dan strategi mengubah tantangan menjadi peluang, yang merupakan modal utama bagi generasi muda yang akan memimpin di masa depan.
FKM Unhas: Episentrum Inovasi Pengabdian Masyarakat
Salah satu fakultas yang menunjukkan antusiasme tertinggi dan menjadi lokasi strategis bagi terselenggaranya PIMNAS ke-38 adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas. Pelaksanaan kegiatan kompetisi di lingkungan FKM menghadirkan atmosfer yang sangat hidup dan penuh semangat kolaborasi.
FKM Unhas didapuk menjadi lokasi pelaksanaan lomba Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM). Cabang lomba ini secara khusus menantang mahasiswa untuk tidak hanya berinovasi di laboratorium, tetapi menerapkannya langsung di tengah masyarakat. Lomba PKM-PM ini berlangsung di Ruangan K111 dan K112 FKM Unhas.
Sebanyak 17 tim peserta dari berbagai perguruan tinggi berpartisipasi dalam cabang lomba ini, menampilkan program-program pengabdian yang inovatif, solutif, dan didasarkan pada kebutuhan nyata di masyarakat. Program yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari edukasi kesehatan, pembangunan infrastruktur air bersih sederhana, hingga pemberdayaan ekonomi komunitas pesisir. Pelaksanaan di FKM Unhas menunjukkan peran aktif dan sentral mahasiswa dalam pembangunan berbasis kesehatan dan sosial.
Mahasiswa peserta tampak antusias memamerkan berbagai inovasi dari beragam bidang keilmuan, mulai dari kesehatan masyarakat, teknologi tepat guna, hingga pemberdayaan sosial. Setiap tim berusaha menampilkan ide terbaiknya secara kreatif dan solutif di hadapan dewan juri serta pengunjung, menjadikan FKM Unhas kancah pertempuran ide yang paling berdampak sosial.
Expo Side Fest: Ruang Temu Kreativitas dan Kewirausahaan
PIMNAS ke-38 semakin meriah dengan diselenggarakannya Expo Side Fest. Expo ini menjadi ruang temu gagasan, inovasi, dan kreativitas dari seluruh sivitas akademika Unhas. Beragam stand dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) mahasiswa, fakultas, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), hingga berbagai sponsor turut meramaikan Plataran MKU.
Expo ini menampilkan beragam produk unggulan serta karya inovatif, mulai dari produk makanan fungsional hasil riset, aplikasi teknologi digital untuk layanan masyarakat, hingga karya seni dan kerajinan. Expo Side Fest terbuka untuk umum dan berlangsung hingga 27 November, yang juga menjadi hari penutupan sekaligus penganugerahan PIMNAS 38. Expo ini tidak hanya menjadi pameran, tetapi juga inkubator bagi ide-ide wirausaha mahasiswa, memberikan penghargaan bagi karya mahasiswa terbaik. Kehadiran FKM Unhas dalam Expo Side Fest juga sangat terasa, dengan memamerkan produk-produk inovasi kesehatan dan startup berbasis public health.
PIMNAS ke-38 dan Kontribusi Nyata pada Sustainable Development Goals (SDGs)
Penyelenggaraan PIMNAS ke-38 di Universitas Hasanuddin, dengan seluruh rangkaian kegiatan dan inovasinya, selaras secara fundamental dengan komitmen Indonesia terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Ajang PIMNAS ini menjadi bukti nyata peran strategis perguruan tinggi dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing global yang berorientasi pada keberlanjutan.
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): PIMNAS adalah puncak dari pendidikan berkualitas yang mengarah pada riset dan inovasi mahasiswa. Melalui kompetisi dan bimbingan yang ketat, PIMNAS memastikan bahwa mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif yang merupakan inti dari pendidikan tinggi bermutu.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui pengembangan kewirausahaan mahasiswa yang diwadahi dalam Expo Side Fest dan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), PIMNAS secara langsung mendukung target SDG 8. Ajang ini mendorong terciptanya lapangan kerja baru berbasis inovasi (job creators), bukan sekadar pencari kerja.
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Seluruh karya yang dilombakan dalam PIMNAS, mulai dari PKM-K (Kewirausahaan) hingga PKM-KC (Karsa Cipta), adalah dorongan terhadap teknologi, inovasi, dan solusi berkelanjutan yang dapat diterapkan pada industri dan infrastruktur nasional. Kompetisi ini menumbuhkan budaya inovasi yang esensial untuk pembangunan ekonomi yang tangguh.
- SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan): Fokus pada FKM Unhas sebagai lokasi PKM-PM menegaskan peran PIMNAS dalam mencari solusi pengabdian berbasis kesehatan, seperti program-program pencegahan penyakit, edukasi gizi, dan sanitasi, yang secara langsung berkontribusi pada pencapaian target SDG 3.
Penutup: Unhas, Tuan Rumah yang Sukses Membangun Generasi Inovatif
Secara keseluruhan, PIMNAS ke-38 di Universitas Hasanuddin tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga festival intelektual yang berhasil memobilisasi kreativitas mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kesuksesan Unhas sebagai tuan rumah, khususnya peran FKM Unhas yang menjadi panggung utama bagi PKM-PM, memperkuat citra universitas sebagai institusi yang peduli terhadap pengabdian masyarakat dan inovasi berkelanjutan. Penganugerahan di hari penutupan akan menjadi penutup manis bagi ajang yang telah berhasil melahirkan ribuan gagasan cemerlang dan menegaskan kembali peran strategis perguruan tinggi dalam membangun masa depan bangsa yang berbasis ilmu pengetahuan.