MAKASSAR – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan dengan aksi nyata, Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) kembali menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Amaliah Ramadan 4”. Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Prof. Dr. H. Nur Nasry Noor, MPH, gedung FKM Unhas ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus menunjukkan kepedulian sivitas akademika terhadap masyarakat sekitar, khususnya anak yatim.
Acara yang berlangsung khidmat pada Kamis, 12 Maret 2026 ini mengusung tema besar “Melangkah Untuk Maju Bersama”. Program ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang dijunjung tinggi oleh keluarga besar Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas.
Sinergi Civitas Akademika dan Alumni
Kegiatan Amaliah Ramadan 4 ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, termasuk Wakil Dekan I FKM Unhas, Dr. Wahiduddin, SKM, M.Kes., serta Wakil Dekan III Prof. Anwar, SKM, M.Sc, Ph.D. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap kegiatan yang berdampak sosial positif.
Selain jajaran dekanat, hadir pula Sekretaris Departemen Kesehatan Lingkungan, Muh. Fajaruddin Natsir, SKM, M.Kes, serta perwakilan dari Ikatan Alumni (IKA) FKM Unhas, Dr. Arman, SKM, M.Kes. Keterlibatan alumni dalam acara ini mempertegas bahwa ikatan kekeluargaan di FKM Unhas tetap terjaga kuat meski para lulusan telah berkiprah di berbagai sektor profesional.
Dalam sambutannya, pihak departemen menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati di kalangan mahasiswa dan staf. Dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim, diharapkan muncul semangat kebersamaan yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas.
Rangkaian Kegiatan: Dari Sembako hingga Buka Puasa Bersama
Program Amaliah Ramadan 4 tahun ini dikemas dengan berbagai agenda yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah pembagian paket sembako atau “Tunjangan Hari Raya” (THR) kepada mereka yang membutuhkan. Langkah ini diambil untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga di tengah suasana bulan Ramadan.
Puncak acara ditandai dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim yang diundang secara khusus. Keceriaan tampak di wajah mereka saat berinteraksi dengan para dosen dan mahasiswa. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama, yang menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan di lingkungan kampus merah Unhas.
Kontribusi FKM Unhas terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Kegiatan Amaliah Ramadan yang dilaksanakan oleh Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas ini sejalan dengan beberapa poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Pertama, aksi pembagian sembako dan santunan ini berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 2 (Tanpa Kelaparan), di mana institusi pendidikan berperan aktif dalam menyediakan jaring pengaman sosial jangka pendek bagi kelompok rentan.
Kedua, sebagai bagian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, kegiatan ini juga mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari aspek klinis, tetapi juga dari aspek psikososial dan spiritual. Melalui interaksi sosial yang sehat dan pemberian dukungan moril kepada anak yatim, FKM Unhas turut serta membangun mental masyarakat yang lebih tangguh dan sejahtera.
Ketiga, sinergi antara departemen, alumni, dan masyarakat ini merupakan bentuk nyata dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam memastikan program-program pengabdian masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas.
Pentingnya Kepedulian Sosial di Lingkungan Kampus
Universitas Hasanuddin, melalui FKM, terus berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi pusat pengabdian yang humanis. Muh. Fajaruddin Natsir selaku Sekretaris Departemen menekankan bahwa edukasi tentang kesehatan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
“Seorang praktisi kesehatan masyarakat harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Amaliah Ramadan ini adalah laboratorium bagi mahasiswa untuk belajar bagaimana cara berbagi dan melayani masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Dukungan dari para donatur dan seluruh civitas akademika menjadi energi utama terselenggaranya acara ini. Donasi yang terkumpul menunjukkan bahwa semangat kedermawanan masih sangat tinggi di lingkungan Unhas. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya di masa depan.

Menuju Generasi yang Saleh dan Berdaya
Harapan besar disematkan kepada anak-anak yatim yang hadir. Doa-doa terbaik dipanjatkan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, serta mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa kebaikan bagi umat dan bangsa. Pendidikan dan kasih sayang yang mereka terima hari ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk terus optimis menatap masa depan.
Dengan berakhirnya kegiatan Amaliah Ramadan 4 ini, Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas berharap pesan kebaikan ini dapat tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat. Bahwa di balik rutinitas akademik yang padat, ada tanggung jawab moral untuk selalu menoleh dan membantu sesama yang membutuhkan.