5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Menggagas Solusi Lintas Spesies: FKM Unhas Ajak University of Amsterdam Bedah Krisis Iklim dan Keadilan Ekologis dalam Kuliah Tamu Internasional

Public Health in a Climate-Changing World

Menggagas Solusi Lintas Spesies: FKM Unhas Ajak University of Amsterdam Bedah Krisis Iklim dan Keadilan Ekologis dalam Kuliah Tamu Internasional

Makassar – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-43, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat reputasi internasionalnya dengan menggelar Kuliah Tamu Internasional yang sangat strategis. Acara ini diselenggarakan pada Senin, 10 November 2025, dengan mengusung tema kritis: “Public Health in a Climate-Changing World: Rethinking Risk Across Species and Scales”.

FKM Unhas berhasil menghadirkan narasumber utama berkelas dunia, yaitu Prof. dr. E.M. (Eileen) Moyer dari Department of Anthropology, University of Amsterdam, The Netherlands. Prof. Moyer dikenal luas sebagai seorang antropolog medis dan lingkungan terkemuka yang memiliki keahlian mendalam dalam mengkaji hubungan kompleks antara kesehatan, ekologi, dan keadilan sosial di tengah krisis iklim yang terus memburuk. Kehadiran beliau menjadi magnet bagi seluruh sivitas akademika dan menegaskan komitmen FKM Unhas dalam membuka wawasan global.

Dukungan Pimpinan dan Komitmen Penguatan Jejaring Ilmiah

Acara dibuka secara resmi oleh pimpinan FKM Unhas, Prof. Dr. Atjo Wahyu, S.KM., M.Kes. dan Prof. Anwar Mallongi, S.KM., M.Sc.PH., Ph.D. Dalam sambutan mereka, kedua profesor ini menegaskan bahwa tantangan kesehatan masyarakat saat ini, terutama yang dipicu oleh perubahan iklim, tidak dapat dijawab hanya dengan pendekatan medis tradisional. Dibutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu—melibatkan antropologi, ekologi, sosiologi, hingga kebijakan—untuk merumuskan solusi yang holistik dan berkelanjutan.

Dukungan kuat juga datang dari Dian Sidik Arsyad, S.KM., M.KM., Ph.D., Ketua Departemen Epidemiologi FKM Unhas yang juga merupakan alumni Belanda. Ia menyampaikan bahwa forum akademik internasional ini merupakan momentum emas bagi FKM Unhas untuk memperkuat jejaring ilmiah dengan berbagai universitas di Eropa dan memperluas cakupan kolaborasi riset global. Hal ini sejalan dengan visi Unhas untuk mencapai IKU (Indikator Kinerja Utama) dalam aspek internasionalisasi.

Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D., memberikan apresiasi penuh dan menegaskan bahwa kegiatan ini merefleksikan semangat FKM Unhas untuk terus membuka ruang dialog internasional. Tujuannya adalah memperkaya perspektif sivitas akademika dalam memahami isu-isu strategis kesehatan masyarakat yang semakin terkoneksi secara global.

Kuliah Tamu Climate Change

Antropologi Iklim: Memahami Keterhubungan Manusia dan Ekosistem

Kuliah tamu yang berlangsung dinamis selama 90 menit ini dipandu oleh Basir, SKM., M.Sc., dosen dari Departemen Kesehatan Lingkungan. Basir berhasil memfasilitasi dialog interaktif antara Prof. Moyer dan para peserta, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan peneliti.

Dalam pemaparannya, Prof. Eileen Moyer berbagi pengalaman dan keahliannya di bidang antropologi iklim dan kesehatan masyarakat. Beliau menjelaskan secara komprehensif bagaimana perubahan iklim tidak hanya memengaruhi suhu dan cuaca, tetapi juga secara fundamental mengubah ekosistem, pola penyebaran penyakit, dan pada akhirnya, kesejahteraan manusia.

Salah satu poin utama yang ditekankan Prof. Moyer adalah pentingnya pendekatan lintas spesies (across species) dalam memahami risiko. Beliau berpendapat bahwa kesehatan manusia sangat bergantung pada kesehatan ekosistem dan spesies lain.

To rethink public health in a climate-changing world means to recognize that human wellbeing is deeply intertwined with the health of ecosystems and other species,” tegas Prof. Eileen Moyer, menggarisbawahi perlunya perubahan paradigma dari human-centric menjadi eco-centric.

Pendekatan ini membuka mata peserta bahwa upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan harus mencakup perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem alam.

Respon Lokal dan Tantangan Nyata: Kasus Makassar dan Isu Sampah

Sesi dialog interaktif menjadi bagian paling menarik, di mana peserta diajak berbagi pengalaman nyata terkait dampak perubahan iklim di lingkungan masing-masing. Para dosen, mahasiswa, dan peneliti FKM Unhas menyampaikan berbagai fenomena yang mereka amati di wilayah Sulawesi Selatan, seperti:

  • Peningkatan Suhu Ekstrem: Dampak langsung terhadap kesehatan pekerja luar ruangan dan peningkatan risiko heatstroke.
  • Perubahan Pola Curah Hujan: Memicu banjir dan kekeringan secara tidak terduga, yang berdampak pada ketersediaan air bersih dan sanitasi.
  • Peningkatan Kasus Penyakit Berbasis Lingkungan: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan diare yang meningkat di wilayah pesisir dan perkotaan, seiring dengan perubahan kondisi lingkungan yang mendukung vektor.

Isu lokal lain yang mendapat sorotan tajam adalah persoalan sampah plastik yang hingga kini masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Akumulasi sampah plastik dinilai tidak hanya mencemari lingkungan darat dan laut, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serius akibat paparan mikroplastik dalam air, udara, dan rantai makanan.

Beberapa peserta merekomendasikan perlunya memperkuat riset mengenai dampak plastik terhadap kesehatan manusia, memperluas pendidikan lingkungan di berbagai jenjang, serta mendorong penerapan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai secara lebih tegas dan masif oleh pemerintah daerah dan pusat.

FKM Unhas dan Komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Kegiatan Kuliah Tamu Internasional ini menjadi refleksi mendalam atas komitmen FKM Unhas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya yang berkaitan erat dengan isu lingkungan dan kesehatan.

  • SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): FKM Unhas secara langsung mendukung SDG 3 melalui upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak kesehatan akibat perubahan iklim, yang merupakan salah satu tantangan terbesar kesehatan global saat ini.
  • SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Diskusi tentang risiko kesehatan akibat krisis iklim dan urgensi rethinking risk menegaskan peran FKM Unhas dalam menghasilkan riset dan kebijakan yang mendukung aksi iklim.
  • SDG 14 (Ekosistem Lautan) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan): Penyorotan isu sampah plastik dan keterkaitan antara kesehatan manusia dan ekosistem (lintas spesies) menunjukkan komitmen FKM Unhas dalam memperjuangkan kesehatan lingkungan sebagai bagian integral dari kesehatan masyarakat.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menggandeng akademisi dari University of Amsterdam, FKM Unhas memperkuat kemitraan global untuk transfer pengetahuan dan teknologi, yang esensial dalam mencapai tujuan keberlanjutan.

Melalui forum akademik internasional ini, FKM Unhas berupaya membangun kontribusi nyata bagi kesehatan global dan keberlanjutan lingkungan, memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan relevan dan solutif terhadap krisis ekologis yang dihadapi dunia.

Kesepakatan dan Visi Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan

Di akhir sesi yang penuh inspirasi, peserta mencapai kesepakatan bahwa isu perubahan iklim harus direspons secara kolaboratif. Langkah-langkah strategis ke depan harus mencakup:

  1. Memperkuat Riset Berbasis Komunitas: Penelitian yang berfokus pada kerentanan lokal dan solusi adaptasi di tingkat masyarakat.
  2. Memperluas Jejaring Akademik Antarnegara: Memanfaatkan kolaborasi internasional untuk akses data, metodologi, dan pendanaan riset yang lebih besar.
  3. Mengintegrasikan Perspektif Lingkungan: Memastikan bahwa kebijakan kesehatan nasional selalu mempertimbangkan dampak lingkungan dan perubahan iklim.

Kegiatan ini memperkuat posisi FKM Unhas sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan masyarakat yang berpikir lintas disiplin dan berkomitmen pada keadilan ekologis. Suasana dialog yang terbuka dan reflektif menjadikan kuliah tamu ini tidak hanya sebagai forum ilmiah yang bermanfaat, tetapi juga sebagai ruang berbagi inspirasi dan gagasan untuk membangun masa depan kesehatan yang lebih berkelanjutan.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia