5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Eksplorasi Tata Kelola Rumah Sakit Modern: Studi Banding Nasional dan Internasional Mahasiswa MARS FKM Unhas Angkatan 11 ke Vietnam

MAKASSAR – Dalam upaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga adaptif terhadap dinamika industri kesehatan global, Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 11 menggelar rangkaian kegiatan hospital benchmarking skala nasional dan internasional. Sebanyak 32 mahasiswa yang tergabung dalam Kelas Luwu Timur ini melakukan eksplorasi mendalam ke satu rumah sakit nasional terkemuka di Indonesia dan dua rumah sakit bereputasi tinggi di Vietnam.

Selama komparasi lapangan ini, delegasi mahasiswa didampingi langsung oleh tiga dosen pembimbing kawakan FKM Unhas, yaitu Dr. Syahrir A. Pasinringi, MS (Ketua Prodi Pascasarjana MARS Unhas), Dr. Fridawaty Rivai, SKM., M.Kes., serta Dr. Irwandy, SKM., M.Sc.PH., M.Kes. Rangkaian studi banding ini dirancang secara khusus untuk membenturkan teori-teori manajemen yang didapatkan di ruang kuliah dengan realitas operasional di fasilitas kesehatan mutakhir.

Mengupas Lima Pilar Manajemen di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)

Perjalanan benchmarking ini diawali pada tanggal 4 Mei 2026 dengan mengunjungi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) di Depok, Jawa Barat. Kehadiran rombongan dari Universitas Hasanuddin disambut hangat oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategis beserta jajaran manajemen RSUI. Pertemuan interaktif ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mendalami profil institusi, inovasi layanan digital, dan manajemen mutu yang diterapkan oleh RSUI.

Fokus pembelajaran pada pilar ini bertumpu pada lima pilar esensial tata kelola, meliputi strategi pemasaran, penjaminan mutu layanan, manajemen sumber daya manusia (SDM), sistem pelayanan kesehatan terpadu, hingga efisiensi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Kunjungan lapangan atau hospital tour ini memberikan perspektif praktis bagaimana kebijakan pimpinan diterjemahkan menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) harian yang solid.

Salah satu daya tarik utama dalam kunjungan ke RSUI adalah kesempatan eksklusif bagi sebagian mahasiswa untuk mengeksplorasi layanan premium di Gedung Anggrek Eksekutif. Di area ini, mahasiswa membedah konsep patient experience berbasis hospitality yang komprehensif. RSUI mengintegrasikan pemisahan alur pendaftaran antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum/eksekutif demi meminimalkan antrean. Menariknya, sistem migrasi data rekam medis didesain sangat ringkas melalui Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi secara instan, menghilangkan prosedur pendaftaran ulang yang birokratis.

Dari sudut pandang manajemen keuangan strategis, tata kelola ini mengenalkan mahasiswa pada sistem subsidi silang (cross-subsidy). Kehadiran layanan premium bukan semata-mata komersialisasi, melainkan instrumen finansial cerdas yang keuntungannya diinvestasikan kembali untuk membiayai pengadaan alat medis mutakhir, riset kedokteran, serta peningkatan mutu pelayanan bagi pasien reguler. Model tata kelola finansial dan operasional modern seperti ini dinilai sangat krusial sebagai bekal bagi mahasiswa untuk membangun dan memajukan ekosistem kesehatan di kawasan Indonesia Timur.

Manajemen Kegawatdaruratan Volume Tinggi di Viet Duc University Hospital

Meluaskan cakrawala ke ranah internasional, pada tanggal 7 Mei 2026, delegasi MARS FKM Unhas melanjutkan studinya ke Hanoi, Vietnam. Destinasi pertama di negara berjuluk The Land of Blue Dragon ini adalah Viet Duc University Hospital, yang dikenal sebagai salah satu pusat rujukan tersier terbesar, tertua, dan tersibuk di Vietnam. Rombongan disambut langsung oleh jajaran direksi dan manajer mutu rumah sakit.

Di Viet Duc University Hospital, tantangan utama yang dipelajari mahasiswa adalah tata kelola manajemen pasien bervolume tinggi (high-volume patient management). Sebagai rumah sakit rujukan akhir, potensi penumpukan pasien (overcrowding) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi makanan sehari-hari. Mahasiswa mengamati langsung efisiensi sistem triase yang didukung oleh kesiapsiagaan 18 dokter spesialis setiap harinya.

Guna menjaga kelancaran alur pasien (patient flow), Viet Duc menerapkan kebijakan ketat berupa pembatasan waktu observasi di IGD maksimal selama 4 jam. Sebelum pasien dipindahkan ke ruang rawat inap, persetujuan dari dokter spesialis bersifat wajib dan mutlak. Kedisiplinan waktu dan ketegasan regulasi internal ini membuktikan bahwa manajemen waktu yang efektif adalah kunci dari keberhasilan penanganan kegawatdaruratan medis. Pengalaman berharga ini memberikan inspirasi baru bagi para calon administrator rumah sakit asal Unhas mengenai standardisasi alur pelayanan medis darurat.

Inovasi Telemedicine dan Kepuasan Pasien di Hanoi Medical University Hospital

Masih di hari yang sama, agenda akademis internasional ini berlanjut ke Hanoi Medical University Hospital. Kunjungan ke fasilitas kesehatan ini memberikan perspektif yang berbeda namun saling melengkapi. Dipimpin oleh Direktur Rumah Sakit dan Kepala Bidang Mutu, diskusi diarahkan pada strategi pencapaian kepuasan pasien. Fasilitas ini diakui secara nasional sebagai salah satu dari tiga rumah sakit dengan tingkat kepuasan pasien tertinggi di seluruh Vietnam.

Mahasiswa MARS Unhas membedah rahasia di balik pencapaian tersebut, yang rupanya bersumber dari integrasi apik antara budaya pelayanan yang ramah (patient-centric culture) dengan dukungan infrastruktur digital mutakhir. Keunggulan klinis para tenaga medis ditunjang penuh oleh sistem teknologi informasi yang transparan dan memudahkan akses bagi pasien.

Dalam observasi lapangan yang dibagi menjadi tiga kelompok, mahasiswa mengeksplorasi unit-unit unggulan secara mendalam. Kelompok pertama mempelajari manajemen operasional pada layanan unggulan Cardiology and Cardiovascular Surgery. Kelompok kedua mengkaji penerapan SIMRS secara langsung di pusat telemedicine real-time serta sistem logistik farmasi yang telah terdigitalisasi penuh. Sementara kelompok ketiga meninjau efisiensi distribusi sampel laboratorium dan dokumen medis yang digerakkan secara otomatis memanfaatkan pneumatic tube system. Integrasi teknologi ini tidak hanya memangkas waktu tunggu pelayanan tetapi juga secara drastis menekan angka kesalahan medis (medical error).

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Kegiatan studi banding nasional dan internasional yang diinisiasi oleh Program Studi MARS FKM Unhas ini membawa misi yang sejalan dengan agenda global PBB, khususnya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Fokus utama dari eksplorasi manajemen ini berkontribusi langsung pada SDGs Target 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), di mana tata kelola rumah sakit yang bermutu, aman, dan responsif terhadap kebutuhan pasien menjadi fondasi utama demi mewujudkan cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage).

Selain itu, melalui pembelajaran mengenai inovasi teknologi medis dan digitalisasi sistem informasi kesehatan yang dipelajari di RSUI dan Hanoi Medical University Hospital, kegiatan ini turut mendukung SDGs Target 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Terakhir, jalinan kerja sama lintas negara antara Unhas dengan institusi kesehatan di Vietnam merupakan implementasi nyata dari SDGs Target 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang membuktikan bahwa kolaborasi akademik internasional mampu mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat global.

Secara keseluruhan, komparasi nyata dari berbagai rumah sakit unggulan ini diharapkan dapat menajamkan daya analisis strategis, kepemimpinan, serta kepekaan sosial mahasiswa MARS FKM Unhas Angkatan 11 Kelas Luwu Timur. Pengalaman ini diproyeksikan menjadi modal besar dalam merancang, memimpin, dan mengelola rumah sakit modern yang tangguh serta adaptif terhadap disrupsi teknologi di masa depan.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia