5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Memperkuat Kompetensi Berbasis Bukti: Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Pembekalan EBL I dan EBL III

MAKASSAR – Program Studi S1 Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga gizi profesional yang kompeten melalui pelaksanaan Evidence-Based Learning (EBL). Sebagai langkah awal implementasi lapangan, Prodi S1 Ilmu Gizi secara resmi membuka kegiatan pembekalan untuk EBL Tahap I dan EBL Tahap III. Kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan fondasi teoritis dan praktis yang kuat sebelum mereka terjun langsung ke tengah masyarakat.

Pentingnya Pembelajaran Berbasis Bukti dalam Bidang Gizi

Dalam sambutannya saat membuka acara, Ketua Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas menekankan bahwa metode Evidence-Based Learning merupakan instrumen krusial dalam kurikulum kesehatan modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori di dalam kelas, tetapi juga harus mampu menerapkan data dan fakta ilmiah untuk memecahkan masalah gizi yang kompleks di dunia nyata.

Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, hingga etika berkomunikasi dengan masyarakat. Dengan persiapan yang matang, diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah gizi secara akurat dan memberikan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran.

Perbedaan Fokus: EBL I dan EBL III

Kegiatan EBL kali ini melibatkan dua angkatan mahasiswa dengan fokus yang berbeda namun saling berkesinambungan:

  1. EBL I (Tahap Awal): Mahasiswa pada tahap ini difokuskan pada pengenalan lingkungan dan pengumpulan data dasar kesehatan masyarakat. Mereka diajarkan cara melakukan pemetaan awal mengenai status gizi di wilayah sasaran, melakukan observasi lingkungan, dan membangun kepercayaan (rapport) dengan warga setempat.
  2. EBL III (Tahap Lanjutan): Pada tahap yang lebih tinggi ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan analisis data yang lebih mendalam. Fokus utamanya adalah merancang program intervensi gizi yang inovatif dan berbasis pada aset lokal yang tersedia. Mahasiswa EBL III berperan sebagai penggerak perubahan yang memberikan solusi konkret atas temuan masalah dari tahap-tahap sebelumnya.

Proses Pembekalan: Dari Teori ke Simulasi

Selama masa pembekalan, mahasiswa mendapatkan materi intensif dari para dosen pakar di lingkungan FKM Unhas. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan alat antropometri yang presisi, pengisian kuesioner frekuensi makanan (Food Frequency Questionnaire), hingga teknik analisis data menggunakan perangkat lunak terkini.

Tak hanya paparan materi, pembekalan ini juga diisi dengan sesi simulasi lapangan. Mahasiswa mempraktikkan cara melakukan wawancara yang persuasif dan edukatif, mengingat tantangan di lapangan seringkali berkaitan dengan hambatan komunikasi dan perbedaan kearifan lokal.

Kolaborasi dan Sinergi Akademik

Pelaksanaan EBL I dan III ini juga menjadi ajang kolaborasi antara universitas dengan berbagai mitra kesehatan, seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. Kemitraan ini sangat penting untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan mahasiswa sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah, seperti penanganan stunting dan pencegahan penyakit tidak menular.

Dukungan dari pimpinan fakultas juga terlihat dari keterlibatan langsung para pembimbing lapangan yang akan memantau progres mahasiswa secara berkala. Hal ini menjamin bahwa setiap aktivitas mahasiswa di lapangan tetap berada dalam koridor akademik dan etika profesi yang ketat.

Kontribusi Nyata terhadap SDGs

Program Evidence-Based Learning (EBL) yang dijalankan oleh Prodi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas ini memiliki kaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada Tujuan ke-2: Tanpa Kelaparan dan Tujuan ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui identifikasi dini masalah gizi dan edukasi pola makan seimbang, mahasiswa berkontribusi langsung dalam upaya nasional menurunkan angka malnutrisi dan stunting.

Selain itu, kegiatan ini mendukung Tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas, di mana mahasiswa mendapatkan akses pendidikan yang inklusif dan berbasis praktik nyata, serta Tujuan ke-17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama lintas sektor antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan integrasi SDGs ini, FKM Unhas memastikan bahwa setiap kegiatan akademiknya memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat global.

Harapan bagi Masa Depan Mahasiswa

Dekan FKM Unhas senantiasa mendorong agar mahasiswa Gizi Unhas tidak hanya menjadi pengamat, tetapi menjadi aktor aktif dalam perbaikan status gizi bangsa. Melalui EBL, mahasiswa dilatih untuk memiliki ketajaman analisis, integritas profesional, dan empati sosial yang tinggi.

“Kami berharap melalui pembekalan EBL I dan III ini, mahasiswa siap menghadapi dinamika di lapangan. Mereka adalah duta kesehatan yang membawa nama baik Unhas, sehingga profesionalisme dan etika harus selalu dijunjung tinggi,” tutur pimpinan fakultas dalam pesan penutupnya.

Pembekalan EBL I dan III merupakan bukti nyata komitmen Program Studi S1 Ilmu Gizi FKM Unhas dalam mewujudkan visi menjadi pusat keunggulan pendidikan gizi di Indonesia Timur. Dengan memadukan kekuatan teori dan bukti lapangan, lulusan FKM Unhas diharapkan siap menjawab tantangan kesehatan masa depan yang semakin dinamis.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia