SOPPENG – Dalam upaya memastikan kualitas pendidikan berbasis lapangan berjalan optimal, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas), Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.ScPH., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke lokasi Praktik Belajar Lapangan (PBL) II mahasiswa di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk menjamin bahwa setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang autentik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat di daerah tersebut.
Komitmen Akademik di Tengah Masyarakat
Kegiatan PBL II tahun ini melibatkan sekitar 260 mahasiswa yang tersebar di 36 posko di delapan kecamatan di Kabupaten Soppeng. Dalam kunjungannya, Prof. Sukri Palutturi tidak hanya meninjau sarana dan prasarana posko, tetapi juga berdialog langsung dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat setempat. Dekan menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan sebuah misi kemanusiaan dan profesionalisme.
“FKM Unhas memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak tenaga kesehatan masyarakat yang tidak hanya cerdas secara teoritis, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial. Melalui kunjungan ini, kami ingin memastikan proses identifikasi masalah dan pemetaan aset masyarakat berjalan sesuai dengan standar kompetensi yang kita harapkan,” ujar Prof. Sukri di sela-sela kunjungannya.

Fokus pada Pemetaan Aset dan Solusi Partisipatif
Berbeda dengan praktik lapangan pada umumnya, PBL II FKM Unhas kali ini mengusung tema “Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah”. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya melihat kekurangan atau penyakit di suatu wilayah, tetapi juga menggali potensi lokal (aset) yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah kesehatan tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
Selama 14 hari pelaksanaan (5-19 Januari 2026), mahasiswa melakukan berbagai kegiatan, mulai dari observasi lingkungan, wawancara mendalam, hingga pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD). Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk merumuskan program intervensi yang tepat sasaran, seperti penanganan hipertensi dan pencegahan stunting yang menjadi fokus utama di beberapa desa di Soppeng.
Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng
Kehadiran pimpinan FKM Unhas di lapangan juga mempertegas kuatnya hubungan kemitraan antara Unhas dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Prof. Sukri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Soppeng beserta jajarannya, mulai dari tingkat camat hingga kepala desa dan lurah, yang telah menerima mahasiswa dengan tangan terbuka.
Dukungan pemerintah daerah sangat krusial dalam keberhasilan program ini. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan birokrasi, rekomendasi kebijakan kesehatan yang dihasilkan oleh mahasiswa diharapkan dapat diadopsi oleh pemerintah desa atau puskesmas setempat sebagai program kerja tahunan.

PBL II FKM Unhas dan Kontribusi terhadap SDGs
Pelaksanaan PBL II di Kabupaten Soppeng ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada Tujuan ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui intervensi kesehatan yang dirancang mahasiswa, seperti edukasi gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit tidak menular (hipertensi) dan pendampingan gizi keluarga, FKM Unhas berkontribusi dalam menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan Tujuan ke-4: Pendidikan Berkualitas, di mana mahasiswa mendapatkan akses pendidikan inklusif dan praktis yang mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kesehatan global. Pendekatan berbasis komunitas dalam PBL II juga mencerminkan Tujuan ke-17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi lintas sektor antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil demi menciptakan solusi kesehatan yang inklusif.
Harapan Bagi Mahasiswa
Dekan berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga integritas dan nama baik almamater selama berada di lapangan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa inovasi tanpa mengesampingkan kearifan lokal.
“Gunakan kesempatan ini untuk belajar dari ‘universitas kehidupan’. Dengarkan suara masyarakat, pahami kendala mereka, dan tawarkan solusi yang manusiawi. Kami ingin lulusan FKM Unhas menjadi pemimpin yang memiliki empati tinggi terhadap derajat kesehatan masyarakat,” tambah Prof. Sukri.
Penutup: Menuju Masa Depan Kesehatan yang Lebih Baik
Kunjungan Dekan FKM Unhas ke posko-posko di Soppeng ini menjadi simbol dukungan penuh institusi terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa. Dengan berakhirnya PBL II nantinya, diharapkan muncul data-data kesehatan yang akurat serta rekomendasi strategis yang dapat membantu Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan daerah yang lebih sehat dan tangguh secara mandiri.
FKM Unhas terus berkomitmen untuk menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan kesehatan masyarakat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional, dengan tetap berpijak pada pengabdian nyata di bumi pertiwi.