5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Sinergi Akademik dan Praktisi: CIHCS FKM Universitas Hasanuddin Perkuat Kapasitas Strategis SDM Kesehatan Daerah Melalui Pelatihan Healthy City

CIHCS FKM Unhas

MAKASSAR – Tantangan kesehatan di era urbanisasi yang pesat menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga tangguh dalam implementasi kebijakan di lapangan. Menjawab kebutuhan tersebut, Pusat Kajian Center for Integrated Health and Cities Studies (CIHCS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) secara resmi menyelenggarakan Pelatihan Healthy City. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapasitas aparatur kesehatan daerah dalam mewujudkan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yang berkesinambungan di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung intensif ini menjadi jembatan krusial antara menara gading akademisi dengan realitas birokrasi kesehatan. Peserta pelatihan kali ini merupakan para mahasiswa Program Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (S2 AKK) Universitas Mulawarman (Unmul). Menariknya, para mahasiswa ini bukanlah akademisi murni, melainkan para praktisi yang berada di garis depan layanan kesehatan, mulai dari kepala puskesmas, staf teknis puskesmas, hingga pejabat struktural di lingkungan Dinas Kesehatan.

Fondasi Konseptual dan Urgensi Kota Sehat

CHICS FKM Unhas
Apresiasi dan Kompetensi: Penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Dr. Sukri Palutturi, kepada peserta pelatihan. Prosesi ini menandai pengakuan atas peningkatan kapasitas praktisi dalam mengimplementasikan tatanan Kabupaten/Kota Sehat di daerah masing-masing.

Rangkaian pelatihan diawali pada Senin, 12 Januari 2026, dengan proses registrasi dan upacara pembukaan di lingkungan kampus FKM Unhas. Sejak awal, kegiatan ini diposisikan sebagai pintu masuk utama bagi para peserta untuk mendalami kerangka konseptual serta urgensi pengembangan Kota Sehat dalam agenda besar pembangunan nasional. Pendampingan akademik diberikan secara langsung oleh Dr. Ratno Adrianto, S.KM., M.Kes., yang berperan aktif memfasilitasi diskusi kritis serta refleksi kebijakan berdasarkan pengalaman empiris para peserta di lapangan.

Puncak acara pada hari pertama dilanjutkan dengan sesi malam di Hotel Convention Universitas Hasanuddin. Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, Ph.D., memberikan penekanan tajam bahwa masalah kesehatan perkotaan di Indonesia kini semakin kompleks. Pertumbuhan penduduk kota yang tidak terkendali, tantangan sanitasi, hingga pola penyakit tidak menular menuntut adanya penguatan kapasitas aparatur secara sistematis.

“Healthy City atau Kota Sehat bukan sekadar soal estetika lingkungan fisik atau kualitas taman kota. Lebih dari itu, konsep ini mencakup integrasi kebijakan yang komprehensif, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta partisipasi aktif masyarakat,” tegas Prof. Sukri. Beliau menambahkan bahwa setiap intervensi kesehatan harus disusun berdasarkan bukti ilmiah (evidence-based policy) untuk menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Memahami Healthy Cities sebagai Setting Pembangunan

CIHCS FKM Unhas
Dialog Interaktif: Potret suasana diskusi mendalam pada Pelatihan Healthy City CIHCS FKM Unhas. Forum ini menjadi ruang bagi para praktisi daerah untuk melakukan refleksi kritis dan berbagi pengalaman lapangan guna merumuskan solusi kesehatan perkotaan yang inovatif.

Sesi utama pelatihan memfokuskan pada pemahaman Healthy Cities sebagai sebuah setting atau ruang lingkup pembangunan kesehatan. Merujuk pada kerangka kerja Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kota dan permukiman bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang strategis untuk intervensi kesehatan yang bersifat promotif dan preventif.

Melalui pelatihan ini, CIHCS FKM Unhas berusaha mengubah paradigma peserta. Jika sebelumnya kesehatan sering dipandang dari sisi pelayanan medis di rumah sakit (kuratif), kini para praktisi diajak melihat bagaimana perencanaan kota, penyediaan air bersih, hingga transportasi publik memiliki korelasi langsung terhadap derajat kesehatan masyarakat. Diskusi malam itu berkembang menjadi ajang berbagi pengalaman tentang bagaimana hambatan lintas sektor seringkali menjadi ganjalan utama dalam mewujudkan kota sehat.

Implementasi dan Penilaian: Belajar dari Pengalaman Empiris

Memasuki hari kedua, Selasa, 13 Januari 2026, fokus pelatihan bergeser dari ranah konseptual ke aspek implementatif. Materi yang sangat dinantikan oleh peserta adalah mengenai Mekanisme Penilaian Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia. Materi ini disampaikan secara komprehensif oleh Muslim Rasyid, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Sulawesi Selatan.

Muslim Rasyid memaparkan secara detail indikator-indikator penilaian nasional yang menjadi standar kinerja daerah. Pembahasan mencakup cara pengumpulan data yang akurat, mekanisme evaluasi lintas sektor, hingga strategi menghadapi verifikasi lapangan. Bagi para praktisi dari Universitas Mulawarman, materi ini menjadi “kompas” berharga untuk memperbaiki rapor kesehatan di daerah masing-masing.

Tak hanya teori penilaian, para peserta juga disuguhi studi kasus mengenai Penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Makassar. Makassar dipilih sebagai model karena keberhasilannya dalam mengintegrasikan inovasi lokal dan kolaborasi antarinstansi. Pengalaman empiris dari Kota Makassar ini diharapkan dapat direplikasi oleh para peserta saat kembali ke daerah asal mereka, dengan menyesuaikan konteks budaya dan kebutuhan lokal masing-masing.

Sinergi Akademik-Praktisi demi Masa Depan Kesehatan

Keunggulan dari pelatihan yang digagas oleh CIHCS FKM Unhas ini terletak pada komposisi pesertanya. Karena seluruh peserta adalah praktisi layanan kesehatan primer dan aparatur daerah, forum ini tidak lagi menjadi transfer pengetahuan satu arah. Sebaliknya, terjadi ruang integrasi yang kaya antara teori akademik yang diajarkan dosen dengan realitas kebijakan yang dihadapi praktisi sehari-hari.

Sinergi antara CIHCS FKM Unhas dan S2 AKK Universitas Mulawarman ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas analisis kebijakan di tingkat daerah. Diharapkan, setelah kembali ke instansi masing-masing, para peserta mampu mengimplementasikan program-program kesehatan yang lebih terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pelatihan Healthy City dan Kontribusi terhadap SDGs

Penyelenggaraan pelatihan ini secara langsung merupakan manifestasi nyata dari komitmen FKM Universitas Hasanuddin dalam mendukung agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Inisiatif ini menyentuh beberapa pilar utama SDGs sekaligus:

  • SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Melalui penguatan kapasitas praktisi kesehatan, pelatihan ini mendukung upaya peningkatan sistem peringatan dini, pengurangan risiko, serta manajemen risiko kesehatan nasional dan global. Fokus pada tindakan preventif di perkotaan membantu menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
  • SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Ini adalah inti dari pelatihan Healthy City. Program ini bertujuan menciptakan kota yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Dengan membekali aparatur daerah cara mengelola tata kota yang sehat, CIHCS berkontribusi pada pencapaian target lingkungan perkotaan yang lebih layak huni.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Kolaborasi antara dua universitas besar (Unhas dan Unmul) serta keterlibatan praktisi dari berbagai daerah merupakan bentuk kemitraan lintas institusi yang krusial untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi demi pencapaian target pembangunan kesehatan nasional.

Penutup: Mewujudkan Kota Sehat yang Berkelanjutan

Pelatihan Healthy City yang diselenggarakan oleh CIHCS FKM Unhas ini menegaskan kembali posisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam kajian kesehatan perkotaan di Indonesia. Melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan, diharapkan akan lahir generasi pemimpin kesehatan daerah yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menggerakkan kolaborasi lintas sektor.

CIHCS FKM Unhas
Komitmen Kolektif untuk Masa Depan : Kebersamaan peserta dan fasilitator CIHCS FKM Unhas usai pelatihan sebagai bentuk komitmen kolektif. Foto ini menegaskan pakta integritas untuk mendorong pembangunan kota yang sehat, inklusif, dan tangguh sesuai agenda global.

Sinergi yang terbangun selama dua hari ini diharapkan tidak berakhir begitu saja, melainkan berlanjut menjadi jejaring kerja sama riset dan implementasi kebijakan di masa depan. Mewujudkan Indonesia yang sehat dimulai dari kota dan kabupaten yang sehat, dan pelatihan ini adalah salah satu langkah fundamental menuju visi besar tersebut.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia