5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

FKM Unhas Perluas Jejaring Global Melalui Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026

FKM Unhas Perluas Jejaring Global Melalui Nusantara International Summer Course on Public Health

MAKASSAR – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) terus memperkuat komitmennya dalam kancah internasionalisasi akademik. Langkah strategis ini kembali dibuktikan melalui pembukaan secara resmi program bertajuk Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026. Program bertaraf internasional ini dirancang khusus untuk memperluas jejaring global, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, serta memperkokoh kolaborasi di bidang kesehatan masyarakat antarnegara. Dengan mengusung tema “Experience Public Health in South Sulawesi: A Transformative Academic and Cultural Journey”, kegiatan ini berhasil menarik minat mahasiswa dan akademisi dari berbagai belahan dunia untuk mendalami realitas kesehatan masyarakat yang dipadukan dengan pesona budaya lokal.

Acara pembukaan berlangsung secara daring pada hari Senin, 15 Juni 2026. Momentum ini menandai dimulainya rangkaian program dengan metode pembelajaran campuran (hybrid learning), yang dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 11 Juli 2026. Seremoni pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM (K), serta Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menunjukkan dukungan penuh institusi terhadap percepatan rekognisi internasional Unhas menuju universitas kelas dunia (world-class university).

Menjembatani Perspektif Global Melalui Partisipasi Lintas Negara

Program NISC-PH 2026 kali ini diikuti oleh delegasi mahasiswa internasional yang sangat antusias. Di antara para peserta, terdapat lima mahasiswa dari Mahidol University, Thailand, dan enam mahasiswa dari Soonchunhyang University, Korea Selatan. Selain itu, program ini juga diikuti oleh mahasiswa asing yang menempuh studi formal di Unhas serta para mahasiswa dari Kelas Internasional FKM Unhas sendiri. Kehadiran peserta dari latar belakang geografis dan budaya yang berbeda ini diharapkan mampu menjadi jembatan dalam bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman empiris, serta memperkaya perspektif akademis dalam menghadapi kompleksitas tantangan kesehatan global saat ini.

Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, dalam sambutannya menekankan bahwa kolaborasi lintas negara di era modern bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Masalah kesehatan seperti pandemi, perubahan iklim, hingga ketahanan pangan bersifat lintas batas negara (transnational), sehingga memerlukan pemikiran kolektif global untuk menyelesaikannya. Melalui forum internasional seperti summer course ini, FKM Unhas berupaya menciptakan ekosistem akademik yang inklusif, tempat di mana calon-calon praktisi kesehatan masa depan dibekali dengan wawasan global namun tetap peka terhadap realitas sosial di tingkat tapak.

Kurikulum Komprehensif: Memadukan Teori, Teknologi, dan Praktik Lapangan

Struktur kurikulum yang ditawarkan dalam NISC-PH 2026 dirancang secara sistematis untuk memberikan pemahaman mendalam yang komprehensif bagi peserta. Sebelum terjun langsung ke lapangan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti serangkaian sesi perkuliahan daring yang dijadwalkan pada tanggal 15, 17, 19, 22, dan 24 Juni 2026. Sesi teoretis dan metodologis ini mencakup berbagai topik yang sangat strategis bagi perkembangan ilmu kesehatan masyarakat modern.

Beberapa topik utama yang dibahas meliputi potret komprehensif Sistem Kesehatan Indonesia, perencanaan dan evaluasi program kesehatan, serta analisis demografi. Tidak hanya berhenti pada tataran teori dasar, peserta juga dibekali dengan kemampuan teknis mutakhir yang sangat dibutuhkan oleh industri kesehatan global saat ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya workshop intensif pengolahan dan analisis data kesehatan menggunakan bahasa pemrograman R, serta pelatihan penggunaan Geographic Information System (GIS) untuk memetakan sebaran penyakit dan analisis spasial kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis teknologi data ini, para peserta diajarkan untuk merumuskan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy).

Setelah menyelesaikan fase daring, petualangan akademik yang sesungguhnya akan dimulai pada tanggal 28 Juni hingga 11 Juli 2026. Para peserta akan menjalani kegiatan lapangan secara langsung (fieldwork) di tiga wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Maros. Di wilayah-wilayah tersebut, mereka akan melakukan kunjungan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (seperti Puskesmas dan Rumah Sakit), terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat (community engagement), serta berinteraksi secara intensif dengan kader kesehatan setempat. Pengalaman empiris ini memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa asing untuk melihat langsung implementasi kebijakan kesehatan dan intervensi komunitas dalam konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia yang heterogen.

Komitmen terhadap Kontribusi Nyata dalam Agenda SDGs

Penyelenggaraan Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 ini secara substansial memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). FKM Unhas secara sadar mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam setiap aspek program ini untuk memastikan dampak jangka panjang bagi komunitas global.

Pertama, program ini berkontribusi langsung pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui pembahasan isu-isu krusial kesehatan masyarakat, penguasaan analisis data epidemiologi, serta studi lapangan mengenai intervensi kesehatan di pedesaan dan perkotaan, program ini turut mencetak agen perubahan yang siap merumuskan solusi inovatif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dunia.

Kedua, program ini mencerminkan pengejawantahan dari SDG 4: Pendidikan Berkualitas. NISC-PH 2026 menyajikan platform pendidikan inklusif berkualitas tinggi yang melampaui batas-batas ruang kelas konvensional. Dengan mengintegrasikan teknologi data (R programming dan GIS), pengalaman multikultural, serta metodologi berbasis lapangan, FKM Unhas memastikan adanya transfer pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman demi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Ketiga, dan yang tidak kalah penting, program ini memperkuat pencapaian SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kehadiran institusi ternama seperti Mahidol University dari Thailand dan Soonchunhyang University dari Korea Selatan menjadi bukti nyata terjalinnya kemitraan global yang kokoh. Kolaborasi akademik lintas negara ini menjadi instrumen penting dalam memobilisasi pengetahuan, keahlian, dan teknologi demi mendorong terciptanya solusi kesehatan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan di masa depan.

Eksplorasi Budaya sebagai Bagian Integral dari Proses Pembelajaran

Salah satu keunikan yang menjadi daya tarik utama dari NISC-PH 2026 adalah integrasi unsur kebudayaan lokal dalam proses pembelajaran akademis. Pihak panitia meyakini bahwa memahami kesehatan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari pemahaman terhadap konteks sosial, tradisi, dan kebiasaan komunitas setempat. Oleh karena itu, eksplorasi budaya Sulawesi Selatan sengaja dirancang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda kegiatan.

Selama berada di Makassar, Soppeng, dan Maros, para peserta internasional akan diperkenalkan pada kearifan lokal (local wisdom) yang memengaruhi perilaku hidup sehat masyarakat setempat. Mereka juga akan diajak menikmati kekayaan kuliner tradisional, mengunjungi situs-situs warisan budaya dan sejarah, serta merasakan langsung kehangatan keramahan masyarakat Bugis-Makassar. Pengalaman transformatif ini diharapkan mampu membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kecerdasan budaya (cultural intelligence) yang tinggi—sebuah kompetensi esensial yang wajib dimiliki oleh setiap praktisi kesehatan internasional yang bekerja di lingkungan multikultural.

Menariknya, seluruh pemateri, narasumber, dan fasilitator dalam program ini berasal dari internal FKM Unhas. Keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dari pihak fakultas untuk mendemonstrasikan kapasitas akademik, keahlian riset, serta praktik terbaik (best practices) pengelolaan kesehatan masyarakat yang dimiliki Indonesia kepada dunia internasional. Penyelenggaraan program yang dikelola secara mandiri dan profesional oleh FKM Unhas ini membuktikan kesiapan tata kelola institusi dalam menyelenggarakan kegiatan berskala global secara berkelanjutan.

Menuju Reputasi Akademik Global yang Berkelanjutan

Di bawah kepemimpinan Prof. Sukri Palutturi, FKM Unhas terus bergerak dinamis dalam memperluas kemitraan strategis internasional dan membangun reputasi akademik yang disegani di Asia dan dunia. Penyelenggaraan NISC-PH 2026 bukan sekadar agenda tahunan tanpa bekas, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam membangun brand awareness FKM Unhas sebagai pusat keunggulan (center of excellence) studi kesehatan masyarakat berbasis wilayah kepulauan dan tropis.

Melalui keberhasilan program ini, FKM Unhas berharap dapat memperkokoh posisinya sebagai pionir dalam kolaborasi global yang mampu menjembatani teori-teori barat dengan realitas dan kearifan lokal timur. Dengan konsistensi dalam memadukan keunggulan akademik, kepedulian terhadap agenda berkelanjutan SDGs, serta pelestarian identitas budaya, FKM Unhas optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata yang signifikan dalam membentuk masa depan kesehatan global yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih sejahtera bagi semua.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia