5°07'40.9"S 119°29'11.0"E

fkm@unhas.ac.id

Lima Tahun Eksistensi ICONS FKM Unhas: Mengukuhkan Peran Riset Gizi Berbasis Bukti dalam Transformasi Kebijakan Nasional.

ICONS GIZI

Setengah Dekade ICONS FKM Unhas: Melintasi Batas Riset, Menyatukan Visi Gizi Nasional di Era Transformasi

MAKASSAR – Sebuah perjalanan intelektual yang dimulai dari keresahan akademik kini telah genap berusia lima tahun. Pada penghujung tahun, tepatnya Senin, 30 Desember 2025, Indonesian Centre for Nutrition Studies (ICONS) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menyelenggarakan sebuah momentum refleksi strategis di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar. Pertemuan ini bukan sekadar perayaan angka, melainkan sebuah pernyataan sikap tentang posisi ICONS dalam konstelasi kebijakan gizi nasional.

Selama lima tahun terakhir, ICONS telah tumbuh melampaui fungsinya sebagai lembaga kajian. Ia telah menjadi “titik temu” di mana teori-teori gizi yang rumit diubah menjadi solusi praktis bagi pemerintah dan masyarakat. Perayaan Dies Natalis ke-5 ini pun dirancang sebagai ruang jeda—sebuah kesempatan untuk menarik napas, mengevaluasi jejak yang telah tertinggal, dan mempertajam kompas untuk perjalanan lima tahun ke depan.

Menatap Cakrawala Baru: Senyum optimisme terpancar dari wajah jajaran peneliti dan civitas ICONS FKM Unhas dalam sesi foto bersama pada peringatan hari jadi ke-5 mereka. Lebih dari sekadar seremoni, momentum di Makassar ini menjadi simbol penguatan komitmen ICONS untuk terus menghadirkan kajian gizi berbasis bukti demi kesehatan masyarakat Indonesia yang lebih baik.

Menelusuri Akar Inovasi: Jembatan Antara Kampus dan Kebijakan

Kilas balik lima tahun lalu membawa kita pada alasan fundamental berdirinya ICONS. Indonesia, dengan segala dinamika demografisnya, terus berhadapan dengan masalah gizi yang persisten—mulai dari angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar hingga beban ganda malnutrisi. Prof. Dr. Abdul Razak Thaha, MSc, sosok visioner yang memimpin ICONS sejak awal, dalam pidatonya menguraikan bahwa ICONS lahir untuk meruntuhkan tembok pemisah antara riset murni dan kebijakan publik.

Beliau menekankan bahwa riset tanpa implementasi kebijakan adalah kesia-siaan akademik, sementara kebijakan tanpa landasan riset adalah langkah buta. ICONS mengambil peran berisiko namun vital sebagai penjembatan (bridge builder). Di bawah arahannya, ICONS memastikan bahwa setiap rekomendasi yang dihasilkan merupakan produk dari metodologi riset yang ketat namun tetap relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Inilah yang menjadikan ICONS sebagai salah satu simpul terkuat dalam ekosistem riset kesehatan di Universitas Hasanuddin.

Milestone 5 Tahun: Sebuah Refleksi Kolektif

Semangat Dies Natalis kali ini bertumpu pada tema refleksi. Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhD, selaku Ketua Panitia, menggambarkan lima tahun ini sebagai fase konsolidasi. Menurutnya, ICONS tidak ingin terjebak dalam romantisme keberhasilan masa lalu. Refleksi yang dilakukan adalah refleksi kritis: menanyakan kembali apakah kontribusi lembaga ini sudah cukup signifikan bagi penurunan angka masalah gizi di Indonesia Timur khususnya, dan nasional umumnya.

Dukungan penuh dari birokrasi kampus juga tampak jelas. Mewakili Dekan FKM Unhas, Prof. Dr. Atjo Wahyu, SKM, M.Kes (Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni), memberikan apresiasi tinggi terhadap fleksibilitas dan ketangguhan ICONS. Dalam pandangan fakultas, ICONS telah menjadi model ideal bagaimana sebuah pusat studi harus bekerja—tidak hanya mengandalkan dana internal, tetapi aktif menjemput kolaborasi internasional untuk memperkuat kapasitas riset nasional.

Sebagai bentuk dokumentasi intelektual, penyerahan buku perjalanan ICONS menjadi simbolisasi bahwa setiap tantangan, perdebatan ilmiah, dan keberhasilan selama 60 bulan terakhir telah tercatat dengan rapi sebagai warisan bagi generasi peneliti berikutnya.

Kekuatan Kolaborasi: Menghubungkan Makassar dengan Dunia

Keunikan ICONS terletak pada kemampuannya merajut jejaring yang inklusif. Dalam sesi diskusi “Jejak Langkah ICONS”, terungkap betapa besarnya kepercayaan lembaga internasional terhadap pusat studi ini. Testimoni dari para mitra bukan sekadar basa-basi seremonial, melainkan pengakuan atas integritas data yang diproduksi oleh ICONS.

Hadirnya suara dari UNICEF melalui Nike Frans, serta Vitamin Angels Indonesia melalui Otte Santika, memperlihatkan bahwa ICONS adalah mitra strategis dalam skala global. Kolaborasi ini mencakup berbagai spektrum, mulai dari riset implementasi Multiple Micronutrient Supplementation (MMS) hingga intervensi gizi di wilayah-wilayah terpencil di Maluku dan Sulawesi.

Komentar dari Prof. dr. Endang L. Achadi (pakar gizi UI) dan Prof. Dr. Sri Sumarmi (UNAIR) mempertegas bahwa ICONS telah menjadi katalisator bagi persatuan akademisi gizi di Indonesia. Mereka melihat ICONS sebagai institusi yang mampu menerjemahkan kebutuhan teknis Dinas Kesehatan—seperti yang disampaikan oleh Dr. Anang S. Otoluwa dari Gorontalo—menjadi desain riset yang aplikatif.

Estafet Kepemimpinan: Menuju Era Baru Riset Gizi

Momentum yang paling emosional sekaligus strategis adalah penyerahan tongkat estafet kepemimpinan. Dari Prof. Abdul Razak Thaha kepada Prof. Veni Hadju. Pergantian ini adalah sinyal transisi dari fase “pembentukan fondasi” menuju fase “akselerasi inovasi”. Di bawah nakhoda baru, ICONS diharapkan mampu merespons tantangan gizi di era digital, di mana data besar (big data) dan teknologi informasi mulai memegang peranan kunci dalam surveilans gizi.

Diskusi strategis yang melibatkan para mahaguru seperti Prof. Abu Bakar Tawali, Prof. Meta Mahendratta, hingga Prof. Ida Leida M., memberikan arahan bahwa ICONS harus mulai melirik isu ketahanan pangan yang terancam oleh perubahan iklim, serta bagaimana dampaknya terhadap status gizi balita di masa depan.

ICONS dan Komitmen Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Seluruh aktivitas ICONS selama setengah dekade ini tidak pernah lepas dari payung besar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ICONS memahami bahwa masalah gizi adalah masalah multisektoral yang menjadi inti dari martabat manusia.

  • SDG 2 (Zero Hunger/Tanpa Kelaparan): ICONS mendedikasikan risetnya untuk menghapus segala bentuk malnutrisi. Melalui riset gizi mikro dan suplementasi pada ibu hamil, ICONS berupaya memutus rantai stunting sejak dalam kandungan. Target penghapusan kelaparan bukan hanya soal perut yang kenyang, tetapi soal sel tubuh yang ternutrisi dengan tepat.
  • SDG 3 (Good Health and Well-being): Dengan data yang akurat, ICONS membantu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Riset berbasis bukti yang mereka hasilkan memungkinkan sistem kesehatan bekerja lebih efisien, memastikan setiap intervensi kesehatan memiliki dampak kesehatan yang terukur.
  • SDG 17 (Partnerships for the Goals): Dies Natalis ini adalah bukti nyata keberhasilan ICONS dalam membangun kemitraan. Dengan melibatkan pemerintah daerah, LSM internasional, dan sesama universitas, ICONS membuktikan bahwa tantangan gizi nasional yang raksasa hanya bisa ditaklukkan dengan kerja sama kolektif.

Penutup: Menatap Cakrawala Baru

Meskipun acara ditutup dengan suasana hangat dan apresiasi bagi para purnabakti, narasi besar yang tertinggal adalah: ICONS baru saja memulai babak keduanya. Lima tahun pertama adalah tentang pembuktian eksistensi; lima tahun ke depan adalah tentang kepemimpinan pemikiran (thought leadership) di tingkat Asia Pasifik.

Tantangan gizi Indonesia akan terus berevolusi, namun dengan fondasi riset yang kuat, jejaring yang luas, dan kepemimpinan yang berintegritas, ICONS FKM Unhas siap menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak atas gizi yang terbaik. ICONS tidak hanya mencatat sejarah, mereka sedang membentuk masa depan gizi bangsa.

Kabar Terkini

tentang kami

FKM UNHAS

Jln. Perintis Kemerdekaan Km. 10.
Kampus Unhas Tamalanrea Makassar 90245
Sulawesi Selatan, Indonesia